Jumat, 28 Januari 2011

6 Juni 2010.

8 : 02 PM.
Ada yang tidak selesai. Ada yang tidak bisa saya setujui. Wanita pemberontak itu muncul lagi. Apakah ini bentuk pemikiran terjajah? Terjajah karena pilihan sikap tidak lebih karena pengaruh dari lingkungan. Yang membedakan hanya, mereka setuju, dan saya tidak. Hanya mengenai perlawanan. Bukan keotentikan. Ntah, saya merasa mendewakan kata ini. Keotentikan. Karena keotentikan hanya bisa hadir dari jiwa bebas tidak terkungkung. Jiwa bebas tidak terkungkung adalah yang paling mulia.
Ini hanya merupakan counter culture tanpa titik esensi yang pasti. Selain. Melawan.
Ketika semua perempuan memuja kecantikan. Saya memilih menjadi tidak perduli.
Ketika semua mendewakan kepandaian, saya tidak apresiasi.
Apakah saya merupakan pengikut quote di bawah ini?
“Ukuran tubuhmu tidak penting, ukuran otakmu sedikit penting, ukuran hatimu yang terpenting”
Wow. Saya pikir saya perawan suci hidup di kastil.
Saya terganggu.
Ketika akhwat-akhwat dengan kesantunannya menjadi pujaan lelaki. Saya menunjukkan kebebasan berfikir dan bersikap saya.
Pilihan sikap yang melawan pun adalah korban.
Ada yang tidak beres.
Tetapi sulit bagi saya untuk menghormati manusia-manusia yang apresiasi berlebihan pada kecantikan dan kecerdasan. That’s definitely not worth enough !!
Kecantikan, kecerdasan, sikap sholeh seorang wanita pun, aku tidak tertarik mengapresiasi.
Sholeh dalam definisi pemenuhan atribut keagamaan dengan paketannya menjadi lemah, lemah, dan le-le-mbut.
Ini membosankan.

Ketika saya merasa lemah karena ingin terlihat cantik, ini merupakan tanda bahwa belum sepenuhnya saya mengemansipasi diri saya..
Muak. Kepada mereka.
Ajakan untuk menjadi cantik. Masih memalukan untuk diikuti.
Ajakan untuk menjadi pandai. Masih merasa tidak perlu terlihat menyetujui berlebihan.
Ajakan untuk menjadi sholehah. Saya mempunyai artian sendiri mengenai agama, keyakinan, dan hubungan saya dengan Tuhan saya.

Kemudian yang saya tau, saya tidak pernah tertarik kepada fisik tanpa pencapaian.
Saya terganggu. Merasa bodoh. Karena tertarik dengan seseorang karena kepandaiannya.
Ini dangkal. Lebih bagus kalo sekalian saya tertarik dengan Arifin Putra. Hahahahaha.
Spertinya aku kelelahan..
Ketika lingkunganku mengatakan kecantikan adalah bentuk fisik kurus tinggi bla bla. Pemikiran pertama saya adalah, saya ingin menjadi gemuk. Ketika lingkungan saya mengatakan wanita cantik adalah kerudung panjang, saya menjadi sangat ingin mengenakan celana belel itu. Ketika lingkunganku mengatakan lelaki melihatmu dari fisikmu, saya merasa malu, dan pengen pake mukena. Hahahaha. This is not about being orisinal. Its just bout counter culture.. =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar