Respon Sejarawan LupanamanyabelakangnyaGonggong di salah satu acara omong-omongnya TV ONE terkait pemberian gelar pahlawan untuk almarhum Gus Dur dan Soeharto : “Definisi pahlawan dari kepala saya adalah seseorang yang telah berhasil melampaui dirinya sendiri. Apakah dia dapat secara nyata mengutamakan kepentingan di luar dirinya. Di luar kepentingannya. Pemberian gelar pahlawan kepada seseorang salah satunya tujuannya adalah supaya tokoh tersebut diteladani, dijadikan contoh. Dari sudut sejarawan dapat dibandingkan bagaimana Soeharto dan GusDur mempunyai jejak-jejak masing-masing. Rekaman jejak ini perlu disandingkan, dibandingkan, dan dinilai untuk menjadi pertimbangkan pemberian gelar pahlawan kepada keduanya”
Golkar yang pertama dan masih yang paling getol mengusulkan Soeharto diberi gelar pahlawan. Supaya Otoriter Soeharto dijadikan contoh.. ?
29 kalo ga 30 Desember 2009 Gus Dur meninggal. Tokoh yang pernah jadi presiden RI yang ke4 ini disebut merupakan peletak dasar demokrasi di era reformasi. Rangkulannya sama kaum minoritas menjadikan acara tahlilannya dihadiri oleh berbagai agama dan aliran kepercayaan. Data di otakku sih bilang, beliau yang menjadikan imlek libur bersama, memperbolehkan warga Papua mempunyai dua identitas kewarganegaraan, dan tidak bermasalah sama goyang ngebornya Inul. Kata Ibu, GusDur itu pernah punya guru seorang Gerwani, tokoh favoritnya di buku adalah seorang biarawati, sedangkan hidup kesehariannya adalah kehidupan santri yang telah mengalir secara genetik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar