Jumat, 28 Januari 2011

18 November 2009


Dialektika wanita berkerudung, para ikhwan, akhwat, dan gaya pacaran mereka. Just Don’t make me laugh. Berkerudung atau pacaran, pilih salah satu, atau tidak samasekali. Memilih dua2nya berarti menjadi abu-abu tanpa kejelasan, tanpa ketegasan, tanpa satu kepastian pilihan. Kalo yang dipilih abu2, kita menjadi satu dari banyak manusia yang tanpa keunikan, tanpa orisinalitas. Karena kedua hal tersebut berada di kutubnya masing-masing..
“Untuk pertama kali, selalu pada tahap pembelajaran”
Jangan terlalu serius kawan.. untuk hal-hal yang menyenangkan, kenapa kita terbebani untuk membungkusnya dengan judul pembelajaran.. hahahaha. Just be Honest. Aku menginginkan sungai dengan aliran susu madunya.. baik di dunia dan akhirat. That’s the Point !
Husserl mengatakan “adalah tidak mungkin untuk mencapai kesepakatan dengan seorang individu yang entah tak bisa ataupun tak mau melihat.”
Ini yang terjadi ketika aku ingin mencoba membuka dengan bebas tapi perlahan diskusi mengenai esensi hal-hal di atas (Kerudung, pacaran) dengan seorang kawan. J Ada sebuah benteng mekanisme pertahanan diri, yang membuatku sulit memasukinya. Jangankan diskusi, sore itu hanya selesai pada pembahasan moral pancasila ujian PPKN yang hanya anak SD yang paham-dan bukan orang dengan usia lebih tua..  Bukan kesepakatan yang aku tuju. Tapi bertemu dengan kejujuran..
Berbeda dengan yang satunya, yang secara jujur mengakui, dia tidak lebih baik daripada aku. Dan bukan siapa yang ada di tingkatan lebih tinggi, tapi bagaimana kita menikmati persahabatan ini dengan menjadi terbuka, dan mencoba menjadi apa adanya..
“yayayaya, ditambah lagi kamu ga agresif”
Hahahaha.
Lampu Hidup-yang sebelumnya mati. Melanjutkan mengkader otakku..
GO FIGHT !! ranah kita adalah mencoba. Masalah Hasil ada yang menentukan
Ada baiknya kita memang tidak perlu terlalu resah. Apapun yang terjadi pada diri ini, cobalah kita kembalikan semua persoalannya kepada Zat Yang Maha Menguasai segala permasalahan hidup, agar supaya kehidupan ini menjadi 'mudah'. Itulah 'puncak' prestasi yang sebenarnya. Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah: 155: yang artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” –Dapet dari File2nya Sospol, ntah dari Papa atau PAkMendagri banyak gaya itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar